Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Kalimat Dasar

9:49 PM Aan Khunaifi 0 Comments Category :

Kalimat menurut para ahli :

  • Dardjowidojo (1988) menyatakan bahwa kalimat ialah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks (wacana) yg mengungkapkan pikiran yg utuh secara ketatabahasaan.
  • Slametmuljana (1969) menjelaskan kalimat sebagai keseluruhan pemakaian kata yg berlagu,disusun menurut sistem bahasa yg bersangkutan; mungkin yg dipakai hanya satu kata, mungkin lebih.
  • Kridalaksana (2001) juga mengungkapkan kalimat sebagai satuan bahasa yg secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, & secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa; klausa bebas yg menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yg merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yg membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, & sebagainya.
  • Badudu (1994) mengungkapkan bahwa sebagai sebuah satuan, kalimat memiliki dimensi bentuk & dimensi isi. Kalimat harus memenuhi kesatuan bentuk sebab kesatuan bentuk itulah yg menjadikan kesatuan arti kalimat. Kalimat yg yang strukturnya benar tentu memiliki kesatuan bentuk sekaligus kesatuan arti. Wujud struktur kalimat adalah rangkaian kata-kata yg disusun berdasarkan aturan-aturan tata kalimat. Isi suatu kalimat adalah gagasan yg dibangun oleh rangkaian konsep yg terkandung dalam kata-kata. Jadi, kalimat (yang baik) selalu memiliki struktur yg jelas. Setiap unsur yg terdapat di dalamnya harus menempati posisi yg jelas. Setiap unsur yg terdapat di dalamnya harus menempati posisi yg jelas dalam hubungan satu sama lain. Kata-kata itu diurutkan menurut aturan tata kalimat.
  • Dardjowidjojo (1988) juga menjelaskan bahwa kalimat umumnya berwujud rentetan kata yg disusun sesuai dengan kaidah yg berlaku. Setiap kata termasuk kelas kata atau kategori kata, & mempunyai fungsi dalam kalimat. Pengurutan rentetan kata serta macam kata yg dipakai dalam kalimat menentukan pula macam kalimat yg dihasilkan.
Secara garis besar kalimat adalah kumpulan dari dua atau lebih kata yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir . Kalimat dasar adalah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktur inti, belum mengalami perubahan unsur seperti panambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap.


Unsur-unsur pada kalimat :

1. Subjek (pelaku)
Subjek adalah pelaku dari suatu tindakan. Ciri-ciri subjek:

  •  Jawaban atas Pertanyaan Apa dan Siapa
  • Disertai Kata Itu
  • Dapat berupa nomina, verba, atau adjektiva
  • Didahului kata Bahwa
  •  Mempunyai keterangan pewatas Yang
  • Tidak didahului preposisi


2. Predikat (tindakan)
Predikat adalah kata yang menuju kepada suatu tindakan oleh subjek.
Ciri-ciri predikat:

  • Jawaban atas pertanyaan Mengapa atau Bagaimana
  • Kata Adalah dan Ialah dapat berupa predikat
  • Dapat diingkarkan ( didahului kata tidak, bukan, atau merupakan)
  • Dapat disertai kata-kata aspek atau modalitas (telah, sedang, sudah, ingin, mau)
  • Predikat dapat berupa Kata (verba, adjektiva, atau nomina) dan Frasa ( frasa verbal, adjectival, nominal, atau bilangan )


3. Objek (sasaran )
Unsur kalimat ini bersifat wajib dalam susunan kalimat aktif transitif yaitu kalimat yang sedikitnya mempunyai tiga unsur utama, subjek, predikat, dan objek. Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, sedangkan verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-.
Ciri-ciri objek:

  • Langsung di belakang predikat
  • Dapat menjadi subjek kalimat pasif
  • Tidak didahului preposisi
  • Didahului kata Bahwa

4. Keterangan
Keterangan merupakan unsur kalimat yang memberikan informasi lebih lanjut tentang suatu yang dinyatakan dalam kalimat; misalnya, memberi informasi tentang tempat, waktu, cara, sebab, dan tujuan. Keterangan ini dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat.
Jenis-jenis keterangan:

  • Keterangan Tempat : menyatakan tempat (contoh: dirumah).
  • Keterangan Waktu : ditandai dengan kata yang menyatakan waktu seperti sekarang, siang, ketika, sebelum.
  • Keterangan Cara : ditandai dengan kata dengan atau secara.
  • Keterangan Tujuan: ditandai oleh kata untuk, demi, supaya, atau agar.
  • Keterangan Aposisi : biasanya jika ditulis, keterangan ini diapit tanda koma, tanda pisah (--) atau tanda kurung.
  • Keterangan Tambahan. Memberikan penjelasan tentang nomina. Contoh: Isnardi, ketua RT 004, naik haji.
  • Keterangan Pewatas. Memberikan pembatas nomina, misalnya. Contoh: Mahasiswa yang mendapat nilai E harus mengulang kelas.

5.Pelengkap
Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.

Ciri-ciri pelengkap:

  • Di belakang predikat. Objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contoh: buku baru, sepeda baru.


  • Tidak didahului preposisi. Unsur kalimat yang didahului preposisi disebut keterangan.


Pola-pola dalam kalimat dasar :

Kalimat dasar dapat dibedakan menjadi delapan tipe, yaitu:

1. Kalimat dasar berpola SPOK
    contoh : Ayah membaca koran dikamar tengah
                Ayah sebagai S, mebaca sebagai P, koran sebagai O, dikamar tengah sebagai K
2. Kalimat dasar berpola SPOPel
    contoh : ibu membelikan adik mainan 
                ibu sebagai S, membelikan sebagai P, adik sebagai O, mainan sebagai pel 

3. Kalimat dasar berpola SPO
    contoh : Dosen mengajar ahasiswa 
                Dosen sebagai S, mengajar sebagai P, mahasiswa sebagai O

4. Kalimat dasar berpola SPPel
    contoh : Dia memberi semnagat 
                 Dia sebagai S, memeberi sebagai P, semangat sebagai Pel 

5. Kalimat dasar berpola SPK
    contoh : Dosen kami akan dikirim ke Australia 
                 Dosen kami sebagai S, akan dikirimkan sebagai P, ke australia sebagai K

6. Kalimat dasar berpola SP (P: verba)
    contoh : Kami belajar 
                 Kami sebagai S, belajar sebagai P

7. Kalimat dasar berpola SP (P: Nomina)
    contoh : kami mahasiswa 
                 Kami sebagai S, mahasiswa sebagai P  

8. Kalimat dasar berpola SP (P: Adjektiva)
    contoh : Ilmuwan Hebat 
                 ilmuwan sebagai S, Hebat sebagai P


Jenis-jenis kalimat dasar :

  • Berdasarkan Pengucapan

Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kalimat Langsung , Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (“….”) dan dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.
  2. Kalimat Tak Langsung , Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan orang lain. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kalimat berita.

  • Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)

Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1.Kalimat Tunggal 
Kalimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Pola-pola kalimat dasar yang dimaksud adalah:
- KB + KK (Kata Benda + Kata Kerja)
  Contoh: Victoria bernyanyi

- KB + KS (Kata Benda + Kata Sifat)
  Contoh: Ika sangat rajin


- KB + KBil (Kata Benda + Kata Bilangan)
  Contoh: Masalahnya seribu satu.

Kalimat tunggal dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. Contoh: Saya siswa kelas VI.
  2. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Contoh:Adik bernyanyi.


2. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan baik kordinasi maupun subordinasi. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas 3 jenis, yaitu:

1.Kalimat Majemuk Setara (KMS)
Kalimat ini terbentuk dari 2 atau lebih kalimat tunggal dan kedudukan tiap kalimat sederajat.

  • KMS Penggabungan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata dan atau serta. Contoh:- Kami mencari bahan dan mereka meramunya.
  • KMS Pertentangan. Dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata tetapi, sedangkan, namun, melainkan. Kedua kalimat tersebut menunjukkan hubungan pertentangan. Contoh:- Bukan saya memecahkan gelas itu, melainkan kakak.
  • KMS Pemilihan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata atau. Contoh:- Makalah ini harus dikumpukan besok atau minggu depan.
  • KMS Penguatan. Dua atau lebih kalimat tunggal dihubungkan dengan kata bahkan. Contoh:- Pencuri itu tidak hanya dipukuli oleh masa, bahkan dia disiksa dengan sadis.
  • KMS yang dibentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian, untuk menandakan suatu kejadian yang berurutan. Contoh:- Mula-mula disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SD, kemudian disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SMP.

2.Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB)
Kalimat majemuk setara terdiri atas satu suku kaliamat bebas dan satu suku kalimat yang tidak bebas. Kedua kalimat tersebut memiliki pola hubungan yang tidak sederajat. Bagian yang memiliki kedudukan lebih penting (inti gagasan) disebut sebagai klausa utama (induk kalimat). Bagian yang lebih rendah kedudukakannya disebut dengan klausa sematan (anak kalimat).
Ada beberapa penanda hubungan / konjungsi yang dipergunakan oleh kalimat majemuk bertingkat, yaitu:

1. Waktu              : ketika, sejak
2. Sebab              : karena, Oleh karena itu, sebab, oleh sebab itu
3. Akibat              : hingga, sehingga, maka
4. Syarat              : jika, asalkan, apabila
5. Perlawanan      : meskipun, walaupun
6. Pengandaian    : andaikata, seandainya
7. Tujuan              : agar, supaya, untuk, biar
8. Perbandingan   : seperti, laksana, ibarat, seolah-olah
9. Pembatasan      : kecuali, selain
10. Alat                : dengan+ katabenda: dengan tongkat
11. Kesertaan       : dengan+ orang

Contoh:- Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
- Induk kalimat: Para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
- Anak kalimat: Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.


  • Berdasarkan Subjeknya

Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kaliamat Aktif
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan me- dan ber-. Predikat juga dapat berupa kata kerja aus (kata kerja yang tidak dapat dilekati oleh awalan me–saja), misalnya pergi, tidur, mandi, dll (kecuali makan dan minum).
Contoh:- Mereka akan berangkat besok pagi.

Kalimat aktif dibedakan menjadi 2, yaitu:

  •  Kalimat Aktif Transitif

Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang dapat diikuti oleh objek penderita (O1). Predikat pada kalimat ini biasanya berawalam me- dan selalu dapatt dirubah menjadi kalimat pasif.
Contoh:Eni mencuci piring.
                 S       P          O


  • Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak dapat diikuti oleh objek penderita (O1). Predikat pada kalimat ini biasanya berawaln ber-. Kalimat yang berawalan me- tidak diikuti dengan O1. Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kalimat pasif.
Contoh:- Mereka berangkat minggu depan.
                     S            P              K


  • Kalimat Semi Transitif

Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kal pasif karena disertai oleh pelengkap bukan objek.
Contoh: Dian kehilangan pensil.
                   S          P            Pel.

2. Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di- dan ter- dan diikuti oleh kata depan oleh.
Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Kalimat Pasif Biasa

Kalimat pasif ini biasanya diperoleh dari kalimat aktif transitif. Predikat pada kalimat ini berawalan di-,ter-,ke-an.
Contoh:Piring dicuci Eni.
.                S          P       O2


  • Kalimat Pasif Zero

Kalimat pasif zero adalah kalimat yang objek pelakunya(O2) melekat berdekatan dengan O2 tanpa disisipi dengan kata lain. Predikat pada kalimat ini berakhiran -kan dan akan terjadi penghilangan awalan di-. Predikatnya juga dapat berupa kata dasar berkelas kerja kecuali kata kerja aus. Kalimat pasif zero ini berhubungan dengan kalimat baku.
Contoh:Ku pukul adik.


.                O2  P      S


Kata Penghubung :
Kata penghubung ialah kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat atau menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf.

  • Kata Penghubung Intrakalimat

Kata penghubung intrakalimat yaitu kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat.
Contoh:
dan
atau
tetapi
sesudah
jika
agar
supaya
dengan
bahwa
karena
ketika
maka
sedangkan
hingga
meski
lalu
sambil
serta
apabila
lagi pula
andaikata
sebab
sebelum
selama
sehingga
seandainya
sekiranya
melainkan
semenjak
andaikan
bagaikan
asalkan
jangankan
walaupun
meskipun
kendatipun
lagi
hanya
sekalipun
sungguhpun
melainkan
sampai-sampai
tatkala
kecuali
seraya
sambil

Contoh kalimat:
1.    Semua usaha sudah ia lakukan, tetapi hasil yang ia dapat belum memuaskan.
2.    Ani bukan seorang pecandu masakan Padang, melainkan pecandu masakan Palembang.
3.    Ia sadar bahwa manusia hanya bisa berusaha.
4.    Ketika semua telah terjadi, barulah penyesalan itu datang.
5.    Kamu terlalu gemuk sampai-sampai motorku seperti mau patah.

  • Kata penghubung korelatif

Yaitu kata penghubung yang menghubungkan dua kata, frase, atau klausa, yang mengandung kedudukan sama.
baik… maupun….
…tidak…tetapi….
…bukan…melainkan….
makin…makin….
kian…kian….
sedemikian rupa …  sehingga….
tidak hanya… tetapi juga….

Contoh kalimat:

  1. Baik yang ia katakan maupun yang ia lakukan telah dimaafkan oleh penguasa.
  2. Tanah itu tidak berfungsi bagi orang Dayak, tetapi bagi orang Madura bila dimanfaatkan untuk membuat batu bata.
  3. Pak Amin bukan seorang petani, melainkan pemilik lahan.
  4. Sedemikian rupa ia merancang kegiatan itu, sehingga sangat sulit ditemukan kekurangannya.


  • Kata Penghubung Antarkalimat

Kata penghubung antarkalimat adalah kata yang menjadi penghubung antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya dalam satu paragraf. Dengan adanya kata penghubung ini, kalimat menjadi lebih padu.
Contoh:

akan tetapi
namun
oleh karena itu
jadi
dengan demikian
meskipun begitu
lagi pula


  • Kata penghubung antarkalimat ini penulisannya didahului  tanda koma.

Contoh kalimat:
    1.      Tidak ada pendekatan paling pas untuk mengarahkan remaja. Akan tetapi, pendekatan hati yang   dilakukan orang tua bisa mencapai hasil paling baik.
    2.      Ia telah bekerja keras. Siang malam ia mencari uang untuk sekolah anaknya. Oleh karena itu, tidak ada anaknya yang tidak berhasil.
    3.      Orang itu sangat sensitif. Ini tidak baik. Segala sesuatu yang berlebihan cenderung negatif. Lagi pula, sifat sensitif  tidak tepat untuknya karena ia seorang lelaki.
    4.      Kamu tidak pantas berbicara seperti itu. Kamu terlalu memperturutkan emosi. Meskipun begitu, kamu  masih bisa meminta maaf  kalau berjumpa lagi dengannya.
    5.      Ia sudah pergi jauh. Tak ada niatnya untuk kembali ke kampung halaman. Namun, semua yakin ia tidak akan bisa melupakan kedua orang tuanya.


Sumber :

  • http://bahasaindonesiayh.blogspot.com/2012/05/kata-penghubung.html
  • http://handikaabdillah20021992.blogspot.com/2012/10/kalimat-dasar-bahasa-indonesia.html
  • http://sukmadew.blogspot.com/2013/10/pola-dasar-kalimat-bahasa-indonesia.html

RELATED POSTS

0 comments